Jumat, 07 Oktober 2016

Mengenal Macam Macam Tipe Data Pada Borland Delphi



Mengenal Macam Macam Tipe Data Pada Borland Delphi

Pada pemrograman delphi haru kita ketahui bahwa pengolahan untuk tipe data akan berbeda-beda tergantung penggunaan.Misalnya untuk angka 1024, angka 1024 yang tertera pada nomor undian tidak akan digunakan untuk operasi matematika, hal tersebut membuat tipe data angka 1024 pada nomor undian berbeda dengan tipe data pada angka 1024 pada perhitungan jumlah barang. Pada perhitungan jumlah barang angka 1024 akan digunakan dengan operasi matematika, untuk menghitung laba misalnya. Untuk lebih jelasnya akan dibahas beberapa tipe data yang sering digunakan dalam pengolahan data dan konversi type data satu ke tipe data yang lain:

I. JENIS TIPE DATA
1. Tipe data Integer / Ordinal

Tipe data ini adalah tipe data yang berupa bilangan bulat yang akan digunakan untuk operasi matematika. Ada beberapa tipe data yang termasuk integer, yaitu antara lain:

a. ShortInt : memiliki nilai range -128 sampai 127 (signed 8-bit)
b. SmallInt : memiliki nilai range antara - 32768 sampai dengan 32767 (signed 16-bit)
c. LongInt : memiliki nilai range -2147483648 sampai 2147483647 (signed 32-bit )
d. Int64 : memiliki range -263+1 sampai 263-1 (signed 64-bit)
e. Byte : memiliki nilai range 0 sampai 255 (unsigned 8-bit)
f. Word : memiliki nilai range 0 sampai 65535 (unsigned 16-bit)
g. LongWord : memiliki nilain range 0 sampai 4294967295(unsigned 32-bit )

Pada pemakaian integer type di implemetasi 16 bit maka:
a. Integer : memiliki range antara - 32768 sampai dengan 32767 (signed 16-bit)
b. Cardinal : memiliki range 0 sampai 65535 (unsigned 16-bit)
Pada pemakaian integer type di implemetasi 32 bit maka:
a. Integer : memiliki range antara -2147483648 sampai 2147483647 (signed 32-bit)
b. Cardinal : memiliki range 0 sampai 4294967295 (unsigned 32-bit)

2. Tipe data Boolean

Tipe data ini hanya terdiri dari nilai logika True dan False. Ada beberapa jenis dari tipe Boolean ini, yaitu:

a. Boolean : berukuran 1 byte (false 0, true 1)
b. ByteBool : berukuran Byte (false 0, true 255 - 8 bit)
c. Bool : berukuran Double (false 0, true -1)
d. WordBool : berukuran Word (false 0, true 65535 - 16 bit)
e. LongBool : berukuran Double (false 0, true -1)


3. Tipe data Floating Point /Real
Tibe data ini meliputi bentuk bilangan desimal. Beberapa bentuk dari tipe data ini adalah:

a. Real : memiliki range 2.9 x 10-39 sampai 1.7 x 1038 
b. Single : memiliki range 1.5 x 10-45 sampai 3.4 x 1038 
c. Double : memiliki range 5.0 x 10-324 sampai 1.7 x 104392 
d. Extended : memiliki range 3.6 x 10-4951 sampai 1.1 x 104392 
e. Currency : memiliki range -922337203685477.5808 sampai 922337203685477.5808 
f. Comp : memiliki range -263+1 sampai 263-1

Untuk currency, tipe data ini memiliki kepresisian tinggi yaitu 4 angka dibelakang koma (pembulatan bilangan real menjadi bilangan desimal dengan 4 angka dibelakang koma). Biasanya digunakan untuk satuan uang. Dan untuk comp, tipe data ini akan menyimpan nilai integer (bulat) dari nilai decimal yang masuk (melakukan pembulatan).

4. Tipe Data Enumerated

Tipe data ini adalah berupa nilai urutan dari data yang telah dibuat.
Penulisan pada deklarasi variable:
[variable] : ( [data0],[data1],[data2] );
Masing-masing data akan diberikan nilai integer secara urut. Urutan dimulai dengan nilai urut 0.
Jika ingin melihat nilai integer dari setiap data maka dengan perintah:
ord( [data1] )


5. Tipe data Sub Range

Tipe data ini memungkinkan kita membuat range sendiri. Dengan perintah:

[variable] : [constant start]..[constant end];
contoh:
a : 5..10;
Jika kita mendeklarasikan 5 adalah a maka proses compile akan terus berjalan jika kita mendeklarasikan 15 adalah a maka proses compile tidak akan berjalan atau berhenti, sehingga terdapat error pada proses compile sehingga tidak dapat di run.

6. Tipe data String dan Character

Tipe data String adalah tipe data yang merupakan rangkaian dari huruf, angka atau symbol yang tidak mengandung harga (nilai).
 Beberapa tipe data string adalah sebagai berikut:

a. ShortString : Dapat menampung 255 karakter (ANSIChar)
b. AnsiString : Dapat menampung ~231 karakter (ANSIChar)
c. WideString : Dapat menampung ~230 karakter (WideChar)
d. String : Dapat menampung 255 karakter (ANSIChar)

Tipe data Character adalah tipe data yang berkaitan dengan karakter ( huruf, angka, symbol). Ada beberapa tipe data dari Character yaitu:
a. ANSIChar : Satu karakter ANSI 
b. WideChar : Satu karakter Unicode
c. Char : Sama dengan ANSIChar

Jika Anda ingin memunculkan karakter dari nomor urut, Anda dapat menggunakan perintah chr([NoUrut]). Dan untuk mengetaui no urut dari sebuah karakter, Anda dapat menuliskan perintah ord([karakter]).

II. KONVERSI TIPE DATA
Untuk konversi dari type data satu ke yang lain anda dapat menggunakan perintah seperti yang berikut ini:
[tipe data yang akan diubah] to [tipe data yang diinginkan] ( [data yang typenya akan diubah] )
Misalnya:
- inttostr : mengubah type data integer ke string

- strtobool : mengubah type data string ke boolean

Perintah lain untuk konversi:
- int([data]) : mengubah type data floating point ke integer

- round([data]) : mengubah type data floating point ke integer

bentuk-bentuk konversi tipe data dalam delphi:
1. StrToInt (String To Integer) : Mengubah data yang bertipe string menjadi integer(b. bulat)
2. IntToStr (Integer To String) : Mengubah data yang bertipe integer menjadi string
3. StrToFloat (String To Float) : Mengubah data yang bertipe string menjadi float(b. desimal)
3. FloatToStr (Float To String) : Mengubah data yang bertipe float menjadi string
4. StrToTime (String To Time) : Mengubah data yang bertipe string menjadi time(waktu/jam;menit;detik)
5. TimeToStr (Time To String) : Mengubah data yang bertipe time menjadi string
6. StrToDate (String To Date) : Mengubah data yang bertipe string menjadi date(waktu/tanggal;bulan;tahun)
7. DateToStr (Date To String) : Mengubah data yang bertipe date menjadi string
8. StrToDateTime (String To Date Time) : Mengubah data yang bertipe string menjadi
datetime(waktu tanggal;bulan;tahun;jam;menit;detik)
9. DateTimeToStr (Time To String) : Mengubah data yang bertipe datetime
menjadi string
 Sumber Klikdisini

Klasifikasi Perintah-Perintah Dasar Dalam SQL

Klasifikasi Perintah-Perintah Dasar Dalam SQL



SQL kependekan dari Structured Query Language, adalah bahasa standar yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database relasional. Karena merupakan bahasa standar untuk mengakses database relasional, maka perintah-perintah dalam SQL dapat diterapkan untuk banyak database management system (DBMS). Hampir semua DBMS seperti MySQL, Microsoft SQL Server, Oracle, DB2, PostgreSQL dan lain sebagainya mengenal dan mengerti SQL. Perintah standar SQL pada beberapa DBMS hampir sama, meskipun masing-masing mungkin juga memiliki "dialect of SQL" sendiri yang akan memberikan tambahan atau perluasan pada perintah-perintah standar tersebut.


Perintah-perintah standar dalam SQL dapat diklasifikasikan menjadi empat bagian yaitu Data Definition Language (DDL), Data Manipulation Language (DML), Data Query Language (DQL) dan Data Control Language (DCL).
  • Data Definition Language (DDL) adalah perintah-perintah SQL yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan skema database. Perintah-perintah SQL yang masuk klasifikasi ini antara lain adalah CREATE (membuat obyek di database), ALTER (merubah struktur database), DROP (menghapus obyek database), TRUNCATE (menghapus semua record dari sebuah tabel termasuk semua ruang yang dialokasikan), COMMENT (menambahkan komentar ke kamus data | data dictionary) dan RENAME (memberi nama ulang sebuah obyek).
  • Data Manipulation Language (DML) adalah perintah-perintah SQL yang digunakan untuk memanipulasi data di dalam obyek database. Perintah-perintah SQL yang masuk klasifikasi ini antara lain adalah SELECT (mengambil data dari database), INSERT (memasukkan data ke tabel), UPDATE (memperbarui data yang ada di sebuah tabel), DELETE (menghapus semua record dari sebuah tabel), MERGE-UPSERT (operasi insert dan update), CALL (memanggil PL/SQL atau subprogram Java), EXPLAIN PLAN (menjelaskan jalur akses data) dan LOCK TABLE (mengontrol konkurensi).
  • Data Control Language (DCL) adalah perintah-perintah SQL yang digunakan untuk mengontrol data dan server database. Perintah-perintah SQL yang masuk klasifikasi ini antara lain adalah GRANT (memberikan hak akses pengguna ke database) dan REVOKE (mencabut hak akses yang diberikan dengan perintah GRANT).
  • Transaction Control Language (TCL) adalah perintah-perintah SQL yang digunakan untuk mengontrol pemrosesan transaksional di dalam database. Perintah-perintah SQL yang masuk klasifikasi ini antara lain adalah COMMIT (menerapkan transaksi dengan menyimpan perubahan database), ROLLBACK (mengembalikan database ke kondisi awal sejak terakhir COMMIT), SAVEPOINT (mengidentifikasi titik dalam transaksi yang nanti bisa diputar kembali) dan SET TRANSACTION (Mengubah opsi transaksi seperti tingkat isolasi dan segmen rollback apa yang digunakan).
    Sumber Klikdisini